USAHA PENGILINGAN BAKSO
Dosen Penanngungjawab
Dr.Agus Purwoko, S.Hut., M.S.i
oleh
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini dimaksudkan sebagai syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian mata kuliah Kewirausahaan Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Medan
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab mata kuliah Kewirausahaan Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. karena telah memberikan materi dengan baik dan benar. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan pembelajaran ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi makalah ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.
Medan, Juni 2020
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usaha bakso merupakan salah satu satu usaha industri kecil yang bergerakdi bidang pengolahan makanan cepat saji. Usaha ini juga merupakan makanan yang sangat popular bagi masyarakat Indonesia.Usaha bakso ini telah ada sejak lama dan berkembang di daerah pedesaan pada beberapa provinsi di Indonesia salah satunya yaitudi Sumatera utara .Sekarang ini banyak terdapat usaha warung bakso di daerah-daerah Sumatera Utara salah satunya adalah di Kota Cikampak .Industri kecil ini mampu memberikan tambahan pendapatan bagi penduduk sekitar dan juga dapat menampung penduduk yang menganggur dengan menyediakan lapangan pekerjaan pada industri tersebut.Dalam satu warung memiliki atau menggunakan dua atau tiga orang tenaga kerja terkadang bisa lebih
Menurut Ikhsan (2008) Bahwa pengembangan usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas jika hal ini dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka besarlah harapan untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi menengah bahkan menjadi sebuah usaha besar.
Wirausaha social adalah individuatau kelompok yang menciptakanperubahan bagi masyarakat denganmenangkap peluang yang hilang danmemperbaiki system melaluipendekatan-pendekatan baru danmenciptakan solusi untuk mengubahmasyarakat menjadi lebih baik.Kewirausahaan sosial ditakdirkan untuk menjamah masyarakat yangtidak dijamah oleh kebijakan yangada.
Kewirausahaan sosial bekerjadengan mendefinisikan masalahsosial tertentu dan kemudianmengatur, membuat dan mengelolausaha sosial untuk mencapaiperubahan yang diinginkan.Pengelolaan terebut dicapai denganmemadukan kegiatan social danberorientasi laba, mencapaiswasembada, mengurangiketergantungan pada sumbangan dandana pemerintah, dan meningkatkanpotensi memperluas pengiriman nilaisocial yang diusulkan.Kewirausahaan soial bertujuan untukmemberikan nilai sosial denganfinancial mandiri (Saifan, 2012).
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana profil usaha narasumber?
2. Berapa modal utama dan sumber nya dari mana ?
3. Apa saja kiat dan teknik yang digunakan narasumber dalam menjalankan usaha?
4. Bagaimana pengambilan sikap dalam ada nya wabah covid 19 ini?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar mahasiswa dan pembaca dapat mengetahui bagaimana profil usaha dari narasumber, mengetahui kiat sukses serta teknik yang digunakan narasumber dalam menjalankan usahanya, serta bagaimana inovasi yang dilakukan narasumber dalam menghadapi wabah Covid-19 pada saat ini.
BAB II
ISI
2.1 Profil Usaha Narasumber
Usaha pengilingan bakso didirikan oleh Hariadi lahir pada 31-12-1987 di Blok Songo dan Beralamatkan Cikampak, Jalan Sahabat RT 1 Dusun Mulya. pada tanggal 10 april 2016 Usaha ini memiliki rumah produksi yang ada di Jalan Pinang Awan, Desa Aek Batu , Kecamatan Torgamba ,Labuhan Batu Selatan. Saudara Hariadi membuka usaha ini karena pada saat ia dulu merupakan seorang pedagangg usaha bakso bakar keliling di salah satu daerah nya kemudian ia mempunyai suatu impian ingin membuka suatu pengilingan bakso nya yang sampai saat ni.
Ia melihat adanya kesempatan membuka pengilingan bakso ini dimana disekitar daerah nya belum ada yang buka usaha tersebut lalu dia mempunyai tekad untuk membuka usaha pengilingngan bakso. Kini usaha bakso yang dirintisnya telah berkembang selain membuka peluang usaha dirumahnya ia juga mempunyai salah satu cabang pengilingan bakso tidak jauh dari rumahnya yang mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pengilingan bakso tersebut.sekarang ia mampu menghidupi anak anak nya serta keluarga nya yang dulu keluarga nya adalah seorang penjual bakso keliling dengan sebuah kenderaan sepeda motor yang tidak begitu nyaman untuk dipakai tetapi dengan usaha di bukak nya ini ia dapat membeli mobil dan sepeda motor baru.
Setiap hari dalam usaha pengilingan bakso ini dapat menjual 100 kg kurang lebih dari beberapa cabang yang telah di buka beliau sehingga dapat dikatakan keuntungan dapa meraup per hari 1-2 juta rupiah .sistem pengenalan usaha ini dengan sederhana yaitu dengan komunikasi antar pelangan ke pelanggan lain nya sehingga saat ini pengilingan bakso nya bisa digemari untuk pembuatanbakso
Dalam usaha ini ia mengajak sang istri untuk membantu mendirikan pengilingan bakso serta dalam karyawan pun juga ikut serta sanak saudara yang di mana membantu ekonomi keluarga. Usaha ini merupakan usaha dimiliki perorangan tidak ambil andil dari pihak luar ataupun dari pihak lain nyaa.ia mengelola usaha bersama istri nyaa sejak 2016 hingga saat ini.
PEMILIK USAHA PENGILINGAN BAKSO
2.2 Uraian Prestasi Narasumber serta Kiat Sukses
Usaha pengilingan bakso yang didirikan oleh Hariadi ini memiliki prestasi. Dimana prestasi ini adalah sebagai salah satu contoh di desa aek batu yang telah diberikan kepala desa oleh sauadara hariadi sebagai pengusaha yang memiliki kemampuan dalam berwirausaha yang begitu cepat berkemang.
Adapun kiat sukses dalam membuka usaha ini saudara Rifai mengatakan, Pertama, mereka komitmen terhadap jalan nya sebuah usaha yang didirikan beliau . Kedua, dengan selalu percaya diri terhadap usaha didirikan. Ketiga, dengan selalu mengupayakan agar kita selalu bersifat sopan santun dan berakhlak terhadap pelanggan . Keempat, selalu menjaga hubungan interaksi dengan para pelanggan baik itu secara online maupun offline, yang dalam hal online dengan membuat grup di media sosial dengan para customer dan selalu memberikan informasi didalam grup tersebut baik tentang kesehatan produk organik dan juga estimasi hasil panen. Kelima tidak malu dalamm membuka usaha ini walaupun usaha ini dapat dikatakan jorok atau yang lainnya jangan malu karean apabila kita malu atau gengsi kita tidak dapat menjalankan suatu usaha karena terhambat dengan kegengsian kita sendiri.
2.3 Teknik dan Pendekatan Kreatif dalam Menghadapi Wabah Covid-19
Adapun teknik yang digunakan dalam bidang pembuatan, usaha ini menggunakan sistem biasa saja yaitu offline dikarenakan di daerah labuhan batu selatan masik normal atau dalam keadaan stabil tetapi dalam wabah covid 19 warga kebun atau perkebunan yang tidak dapat diperbolehkan keluar jadi dalam situasi ini berkurangnya pelanggan tetapi beliau menemalisir dengan cara menjual gilingan bakso nya dengan cara sistem antar kepada pihak PT atau Perkebunan mempunyai beberapa akun di media sosial dan web, dengan pemesanan dapat dilakukan melalui via WhatsApp ataupun Instagram. Tetapi kalau masyarakat sekitar pada umum nya dapat dilakukan dengan cara offline yaitu mengunjugi usaha nya .
Pada masa pandemi wabah
Covid-19, pemasukan yang didapatkan sama saja seperti hal biasa nya karena
pada daerah cikampak kecamatan torgamba tidak terlalu lock down akibat wabah covid 19 hanaya saja warga atau
masyarakat perkebunan baik swasta dan bumn tidak diperbolehkan keluarga dar
lingkungan PT tersebut jadi untuk mengatasinya beliau dengan membukak jasa
layanan antar ketempat masing masing dikarenakan banyaknya keluarga atau karyawan yang tidak bisa
berbelanja bakso dan lauk-pauk secara
langsung. Melihat hal tersebut, Usaha lain yang dilakukan dalam menghadapi
wabah Covid-19 yaitu dengan memperbanyak hubungan komunikasi melalaui akun media sosial dan di grup WhatsApp untuk
para customer mengenai wabah Covid-19.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Apabila dilihat dari usaha yang dibesarkan saudara hariadi beserta istri akan mencapai keberhasilan. Bahwa usaha ini maju dan terus berkembnag karena dilakukan oleh orang orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaannya.bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang begitu pesat tapi apabila dilandasi dengan kiat kiat dalam berwirausaha maka tercapai lah dalam mengembangkan suatu usaha tersebut.
3.2 Saran
Sebaiknya dalam memulai usaha kita harus selalu menanamkan bahwa tidak ada jalan yang instan menuju kesuksesan, untuk menuju kesana harus melalui proses yang panjang.
DAFTAR PUSTAKA
Hisrich, R. 2001. Entrepreneurship kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.
Justin. 2001. Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil. Surakarta.
Kuncoro, M. 2003. Metode riset untuk bisnis & ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Mulyaningsih 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat wirausaha pengelolaan
Malang: Jurnal Wacana.
Saiman, 2009. Kewirausahaan, Teori, Praktik dan Kasus-kasus. Jakarta: Salemba Empat.
Saragih, Rintan, 2013. BerwirausahaCerdas, Inspirasi bagi kaummuda,
Yogyakarta;.Graha Ilmu.
Saifan, S.A, 2012, SocialEntrepreneurship: Definition andBoundaries. TeknologyInnovation
Management Review
Santoso 2002. Buku latihan spss: statistik parametrik. 3th Ed. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo.